3 Alasan Negara-negara Eropa Masih Membutuhkan LNG Rusia

JAKARTA – Terdapat beberapa jumlah alasan negara- negara Eropa masih membutuhkan gas alam cair ( LNG ) Rusia. Salah satunya dikarenakan Ibu Kota Rusia kerap memberikan biaya yang digunakan relatif miring dari kompetitor.
Uni Eropa (UE) terus mempercepat upaya diversifikasi energi agar tak lagi bergantung pada Rusia. Langkah strategisnya bisa saja dilihat dari penanaman modal besar di infrastruktur seperti perkembangan jaringan pipa kemudian terminal gas alam cair (LNG).
Meski terjadi penurunan signifikan pada ketergantungan terhadap gas Rusia selama beberapa waktu terakhir, masih ada sebagian negara Eropa yang tercatat sebagai importir LNG Rusia terbesar. Lalu, apa sebenarnya alasan negara-negara itu sulit lepas?
Alasan Negara-negara Eropa Sangat Membutuhkan LNG Rusia
1. Kebutuhan yang dimaksud Besar
Sejak lama, Eropa mempunyai keinginan energi yang sangat tinggi. Di antaranya untuk mengoperasikan sektor industri, memenuhi permintaan pemanas rumah tangga hingga perihal transportasi.
Nah, di tempat di tempat ini LNG Rusia merupakan salah satu sumber pasokan yang tersebut telah lama diandalkan untuk memenuhi keinginan tersebut. Melansir S&P Global, walau ada penurunan pasokan selama beberapa waktu terakhir, Rusia tetap memperlihatkan menjadi pemasok LNG penting bagi Eropa. Hal ini juga diakui para pelaku pasar, setidaknya di jangka pendek.
“Jika Eropa masih mengimpor LNG dari Rusia, itu akibat ada kebutuhan,” kata manusia tukang jualan gas yang digunakan berbasis di area Prancis.
“Dengan pemasok utama kami yang lain, seperti Norwegia, yang digunakan beroperasi pada kapasitas maksimum, akan sulit untuk menghentikan aliran LNG Rusia sepenuhnya. Kami masih belum sepenuhnya pergi dari dari krisis.” imbuhnya.
Sejalan dengan kondisi yang ada, bursa pada sana masih menganggap perlunya mengimpor LNG Rusia guna mensubsidi permintaan pasokan. Mereka juga meninjau penghentian total sumber daya yang disebutkan sebagai skenario yang dimaksud bukan mungkin saja terjadi pada jangka pendek.
2. Keterbatasan Pasokan Alternatif
Seiring usahanya lepas dari jeratan gas cair Rusia, negara-negara Eropa sebenarnya sudah ada melakukan berbagai hal. Di antaranya mencari sumber pasokan alternatif, seperti Amerika Serikat hingga Qatar.
Namun pasokan LNG dari negara yang disebutkan memang sebenarnya belum sepenuhnya mampu menggantikan jumlah agregat gas dari Rusia. Singkatnya, proses transisi ini masih memerlukan waktu yang tersebut cukup lama ke depannya.
3. Harga Kompetitif
LNG Rusia banyak ditawarkan dengan harga jual yang digunakan lebih tinggi kompetitif dibandingkan pemasok lain. Hal ini menciptakan negara-negara Eropa tergoda untuk masih membelinya, meskipun ada konflik geopolitik.
Mengutip The Guardian, Rusia bahkan disebut menyalip Qatar sebagai pemasok LNG terbesar kedua di dalam Eropa pasca Negeri Paman Sam pada 2024. Di tahun itu, Eropa mendatangkan 49,5 miliar meter kubik (bcm) gas Rusia melalui jaringan pipa dan juga 24,2 bcm lagi di bentuk cairan dingin melalui kapal.






