50 Contoh Majas Metafora lalu Artinya yang tersebut Penuh Makna

Jakarta – Majas adalah istilah pada bidang linguistik yang tersebut berarti kiasan atau konotasi. Majas banyak digunakan di karya sastra seperti puisi, prosa, cerpen, dan juga novel. Ada beragam jenis majas, salah satunya ialah majas metafora.
Selain di karya sastra, majas metafora juga kerap dijumpai di percakapan sehari-hari. Lalu, apa itu majas metafora lalu apa cuma contoh majas metafora? Berikut informasinya.
Pengertian Majas Metafora
Mengutip laman Balai Bahasa Jateng, majas metafora termasuk salah satu jenis kelompok majas perbandingan. Grup majas perbandingan meliputi majas yang menggunakan kata kiasan untuk menyandingkan atau membandingkan suatu objek dengan objek yang digunakan lain.
Singkatnya, majas metafora adalah majas yang digunakan memakai kata atau kelompok kata yang mana mengacu pada suatu objek, tetapi bukanlah dengan arti yang dimaksud sebenarnya. Kiasan yang digunakan mengacu pada persamaan atau perbandingan sifat yang tersebut dimiliki objek tersebut.
Contoh Majas Metafora juga Artinya
- Dimas adalah anak emas ke keluarganya. (anak emas: anak kesayangan).
- Dasar lelaki buaya darat! (lelaki buaya darat: laki-laki yang mana suka menggoda perempuan).
- Ardi kerap dijuluki sebagai kutu buku di kelasnya. (kutu buku: warga yang tersebut hobi membaca buku).
- Malang sekali nasib bunga desa itu. (bunga desa: perempuan tercantik pada suatu desa).
- Diah kerap berubah menjadi buah bibir ke sekolah. (buah bibir: materi pembicaraan).
- Orang itu terkenal panjang tangan. (panjang tangan: suka mencuri).
- Masalah harus diselesaikan dengan kepala dingin. (kepala dingin: tenang).
- Si jago merah berhasil melahap rumah pada waktu sekejap. (jago merah: api).
- Kelahiran buah hati amat ditunggu ibunda. (buah hati: anak).
- Saat pergi dinas ke luar kota, ayah terus-menerus membeli buah tangan untuk keluargaku. (buah tangan: oleh-oleh).
- Sejak dulu, ia dikenal sebagai kupu-kupu waktu malam ke kota itu. (Kupu-kupu malam: pekerja waktu malam atau wanita penghibur).
- Ayahnya adalah tulang punggung keluarga yang tersebut bekerja keras demi mencukupi keinginan mereka. (Tulang punggung: pencari nafkah utama).
- Dengan kecepatan itu, ia memang sebenarnya pantas disebut raja jalanan. (Raja jalanan: peserta balap atau pengendara ugal-ugalan).
- Sejak dulu, ia terus-menerus berubah jadi bintang kelas dengan nilai-nilai terbaiknya. (Bintang kelas: pendatang paling pintar ke kelas).
- Ayah rela banting tulang agar anaknya mampu sekolah. (Banting tulang: kerja keras).
- Ia memang sebenarnya kepala batu lalu susah dinasehati. (Kepala batu: keras kepala).
- Kita harus menerima semua itu dengan berat hati. (Berat hati: sulit untuk menerima).
- Aji adalah darah daging dari Paman Ibnu. (Darah daging: anak kandung).
- Penyanyi Bernadya saat ini lagi naik daun. (Naik daun: sosok yang dimaksud terkenal atau karirnya naik).
- Bos perusahaan itu mempunyai tangan kanan. (Tangan kanan: warga kepercayaan).
- Tidak belaka cantik, Bella juga ekonomis hati. (Murah hati: dermawan serta suka menolong).
- Iqbal progresif ke depan kelas untuk unjuk gigi. (Unjuk gigi: menampilkan kemampuan terbaiknya).
- Ibu pitam oleh sebab itu aku menghilangkan tupperware miliknya. (Naik pitam: marah sekali).
- Arhan Pratama adalah tunas bangsa yang mana bikin bangga. (Tunas bangsa: seseorang yang dimaksud sudah mengharumkan nama Negara Indonesia melalui prestasinya).
- Rania Yamin masih memiliki darah biru. (Darah biru: keturunan bangsawan atau kerajaan).
- Selama ini Edo hidup sebatang kara. (Sebarang kara: hidup sendirian tanpa keluarga).
- R.A. Kartini adalah bunga bangsa. (Bunga bangsa adalah pahlawan).
- Jangan hanya sekali berpangku tangan pada penduduk lain. (Berpangku tangan: perilaku yang digunakan tidaklah berbuat apa-apa).
- Tidak pandai bukanlah berarti otak udang. (Otak udang: bodoh).
- Dia setiap saat cari muka pada hadapan atasan. (Cari muka: berjuang mendapatkan perhatian).
- Kita harus dapat menerima dengan lapang dada. (Lapang dada: ikhlas).
- Nenekku sudah ada tutup usia sejak tiga tahun lalu. (Tutup usia: meninggal globus atau wafat).
- Penipu itu berhasil mencuci otak korbannya. “Mencuci otak: mempengaruhi atau membujuk”.
- Setelah pulang dari luar negeri, Nurul jadi lupa daratan. (Lupa daratan: tidak ada menghiraukan hal di dalam sekitarnya).
- Sampah penduduk itu akhirnya mendapatkan ganjaran yang tersebut setimpal. (Sampah masyarakat: pendatang yang tersebut tiada memberikan kegunaan bagi masyarakat).
- Banyak peniaga harus gulung tikar akibat pajak naik. (Gulung tikar: bangkrut).
- Kasus penggelapan uang itu sudah ada dihadirkan ke meja hijau. (Meja hijau: pengadilan).
- Bambang pergi ke perpustakaan mencari harta karun buku. (Harta karun: sesuatu yang berharga)
- Awan menangis sepanjang hari. (Awan menangis: hujan).
- Pria itu adalah pria hidung belang. (Hidung belang: laki-laki yang gemar mempermainkan perempuan).
- Wanita itu miliki akal bulus yang dimaksud bisa saja menyesatkanmu. (Akal bulus berarti tipu muslihat).
- Aldi harus gigit jari setelahnya kelompok sepak bolanya kalah. (Gigit jari: kecewa).
- Wanita si tebal muka merebut suami tetangganya. (Tebal muka: tidak ada punya malu).
- Anak itu mati kutu sewaktu dimarahi ibunya. (Mati kutu: tiada bisa jadi berbuat apa-apa).
- Irfan terus-menerus berubah menjadi kambing hitam oleh teman-temannya. (Kambing hitam: pendatang yang dimaksud menanggung kesalahan yang dimaksud bukan diperbuatnya).
- Sandra adalah jantung hati Marvel. (Jantung hati: kekasih atau warga yang digunakan disayang).
- Jamal beli cendera mata sepulang dari Bali. Cendera mata: souvenir).
- Matahari telah dilakukan terbenam, dewi di malam hari pun mulai terlihat. (Dewi malam: bulan).
- Anak itu terkenal sebagai kutu buku dalam sekolahnya. (Kutu buku: warga yang dimaksud gemar membaca buku)
- Haikal adalah warga yang dimaksud berjiwa besar. (Berjiwa besar: mampu mengendalikan diri).
Artikel ini disadur dari 50 Contoh Majas Metafora dan Artinya yang Penuh Makna






