Atas Perintah Putin, Rusia Batasi Ekspor Uranium ke Amerika Serikat

JAKARTA – otoritas Rusia mengumumkan pembatasan sementara ekspor uranium yang digunakan diperkaya ke Amerika serikat (AS). Langkah ini diambil sebagai respons berhadapan dengan larangan Washington menghadapi pembelian unsur bakar nuklir dari Rusia.
Mengutip Russia Today, menurut dokumen yang dimaksud dipublikasikan secara daring oleh pemerintah Rusia pada hari hari terakhir pekan (15/11), langkah yang dimaksud juga menyangkut ekspor berdasarkan perjanjian perdagangan luar negeri dengan orang-orang yang terdaftar di area yurisdiksi AS. Pengecualian dibuat untuk pasokan berdasarkan lisensi satu kali yang digunakan dikeluarkan oleh Layanan Federal untuk Kontrol Teknis kemudian Ekspor.
Dokumen yang disebutkan menyatakan, tindakan yang disebutkan dibuat berhadapan dengan instruksi dari presiden Rusia. Pada bulan September, Vladimir Kepala Negara Rusia mengusulkan pembatasan ekspor material baku tertentu yang digunakan penting secara strategis, termasuk uranium, ke bursa global sebagai respons menghadapi upaya Barat untuk memblokir akses Rusia ke barang-barang buatan luar negeri tertentu.
Putin kemudian mengungkapkan di sebuah rapat pemerintah bahwa meskipun ada pembatasan dari Barat, Rusia terus memasok beberapa jenis barang ke pangsa dunia “dalam jumlah keseluruhan besar” juga di beberapa perkara pembeli dengan senang hati menimbun produk-produk Rusia.
Pada bulan Mei, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyetujui secara resmi undang-undang yang dimaksud melarang impor uranium yang dimaksud diperkaya dari Rusia, meskipun ada peringatan serius bahwa tindakan yang dimaksud dapat menjadi bumerang bagi perekonomian Amerika. Larangan yang dimaksud juga dihadiri oleh dengan penyediaan dana sekitar USD2,7 miliar melalui pendanaan federal untuk mendirikan kapasitas pengayaan baru pada Amerika untuk meningkatkan bidang nuklir sipilnya.
Undang-undang yang disebutkan mengizinkan pengiriman untuk terus berlanjut di area bawah sistem keringanan. Departemen Daya Negeri Paman Sam telah terjadi diizinkan untuk mengeluarkan keringanan hingga tahun 2028 di kasus-kasus dalam mana tak ada alternatif untuk uranium Rusia yang tersebut diperkaya rendah atau jikalau pengiriman yang dimaksud untuk kepentingan nasional.
Rusia menyediakan hampir seperempat dari uranium yang diperkaya yang digunakan menjadi materi bakar reaktor nuklir komersial Amerika Serikat pada tahun 2022. Hal itu menjadikan Rusia pemasok asing utama materi bakar yang disebutkan bagi Amerika pada tahun itu, menurut Badan Berita Energi AS.
Meskipun Amerika Serikat mempunyai simpanan uraniumnya sendiri, simpanan itu tidaklah cukup untuk memenuhi permintaan. Sementara itu, Rusia menjadi tuan rumah kompleks pengayaan uranium terbesar di dalam dunia, yang digunakan mencakup hampir setengah dari kapasitas global. Bahan bakar itu penting untuk pembangkit listrik tenaga nuklir sipil kemudian senjata nuklir militer.
Pangsa Rusia pada pangsa uranium yang mana diperkaya diperkirakan sekitar 40%, dengan nilai ekspor sebesar USD2,7 miliar. Harga uranium melonjak pada hari hari terakhir pekan menyusul berita pembatasan ekspor Rusia, dengan tawaran untuk pengiriman November 2025 naik sebesar USD4 menjadi USD84 per pon, menurut firma riset bursa UxC.
“Mungkin ada beberapa utilitas yang mengharapkan material itu dan juga sekarang mungkin saja tak mendapatkannya,” kata presiden UxC, Jonathan Hinze, untuk Bloomberg. “Meskipun sebagian besar pengiriman telah lama diadakan tahun ini, larangan yang dimaksud dapat mulai merugikan pada tahun 2025, meninggalkan beberapa tanpa pemasok alternatif,” tambahnya.






