Kronologi Polemik Agnez Mo vs Ahmad Dhani, Kisruh Hak Cipta hingga Tuduhan Sombong

JAKARTA – Agnez Mo kemudian Ahmad Dhani berada dalam menjadi sorotan akibat polemik hak cipta lagu. Kontroversi ini bermula dari pernyataan Dhani yang digunakan mengungkap bahwa Agnez tiada mengajukan permohonan izin untuk membawakan lagu Cinta Mati selama lebih banyak dari satu dekade.
Lagu Cinta Mati yang mana diciptakan oleh Ahmad Dhani pertama kali dirilis pada 2003 juga dinyanyikan oleh Agnez Mo. Lagu ini menjadi hits di tempat masanya serta bahkan sempat mereka bawakan secara duet.
Namun, pentolan Dewa 19 itu mengklaim bahwa selama bertahun-tahun, mantan aris cilik yang disebutkan tiada pernah memohonkan izin atau mengucapkan terima kasih melawan pengaplikasian lagu tersebut.
Kronologi Polemik Agnez Mo vs Ahmad Dhani
Sebelum polemik ini mencuat, mantan suami Maia Estianty ini sempat menyinggung penyanyi 38 tahun itu terkait permasalahan hak cipta dengan pencipta lagu Ari Bias. Dhani mengaku telah terjadi mencoba menghubungi Agnez untuk mendiskusikan kesulitan tersebut, namun tidak ada mendapat respons.
Pelantun Matahariku ini pun akhirnya menanggapi tuduhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya ayah Al Ghazali, El Rumi, serta Dul Jaelani menghubunginya tidak untuk mendiskusikan lagu, melainkan memohonkan video dukungan untuk kepentingan politiknya. Karena alasan tersebut, Agnez memilih untuk tidaklah merespons lebih tinggi lanjut.
Selain itu, Dhani juga melabeli Agnez sebagai penyanyi yang dimaksud sombong. Hal ini merujuk pada tindakan hukum hak cipta lagu Bilang Saja yang tersebut sempat dipermasalahkan oleh penciptanya, Ari Bias. Dalam pernyataannya, musisi 52 tahun ini mengomentari sikap Agnez yang digunakan menurutnya menafikan peran komposer pada kesuksesan lagunya.
“Jika oleh sebab itu bukanlah akibat kesombongan manusia apa lagi yang digunakan menimbulkan Agnez Mo menafikan salah satu komposer yang mana terlibat menyumbangkan rezeki perfoming-nya Agnez Mo selain kesombongan atau keangkuhan,” kata Dhani diambil dari kanal YouTube Video Legend, Selasa (25/2/2025).






