Nasional

Mark Carney Gantikan Justin Trudeau sebagai Pemimpin Partai Liberal

OTTAWA – Mark Carney terpilih sebagai pemimpin Partai Liberal Kanada di perlombaan yang dimaksud berlangsung selama berbulan-bulan dan juga penuh risiko untuk menggantikan Justin Trudeau.

Ia sekarang diharapkan menjadi pemimpin partai yang dimaksud ke pemilihan federal berikutnya – yang mana harus diadakan sebelum Oktober, tetapi dapat diselenggarakan sangat jauh lebih lanjut awal – di tempat mana ia kemungkinan akan menghadapi persaingan ketat dari partai Konservatif, yang ketika ini mengawasi pada jajak pendapat.

Sementara Carney akan segera mengambil alih sebagai pemimpin Partai Liberal, Trudeau akan masih menjadi perdana menteri Kanada untuk periode transisi yang tersebut belum diungkapkan sementara penggantinya menetap.

Salah satu hambatan terbesar di kotak masuk Carney adalah memburuknya hubungan negara itu dengan Amerika Serikat.

Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump telah lama berulang kali menyalahkan Kanada berhadapan dengan imigrasi ilegal ke AS, mengancam akan mengubah Kanada menjadi negara bagian ke-51, serta mengenakan tarif tinggi pada impor Kanada, yang digunakan menurut Gedung Putih diperlukan untuk membendung aliran fentanil melintasi perbatasannya.

Dalam pernyataan pertamanya pasca hasil pemungutan suara, Carney merujuk pada ketegangan dengan AS, dengan menyatakan bahwa pemerintahnya akan “menciptakan hubungan perdagangan baru dengan mitra dagang yang digunakan dapat diandalkan.” Ia juga berjanji untuk tetap memperlihatkan memberlakukan tarif balasan terhadap Amerika Serikat “sampai Amerika menunjukkan rasa hormat terhadap kami.”

“Ancaman baru menuntut ide-ide baru juga rencana baru,” katanya pada konvensi Partai Liberal pada hari Minggu, dilansir CNN.

Mengecam rencana tarif pemerintahan Trump, Carney mengungkapkan tentang presiden AS, “Ia menyerang keluarga, pekerja, lalu industri Kanada serta kami tiada dapat membiarkannya berhasil serta kami tiada akan melakukannya.”

“Dalam perdagangan seperti di hoki, Kanada akan menang,” tambahnya.

Baca Juga: Proposal Mesir untuk Kawasan Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab

Related Articles

Back to top button