Teknologi

Waspada! Telegram Jadi Sarang Penjahat Siber Incar Penggunawan Fintech!

JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari dunia keamanan siber. Aplikasi komputer chatting yang dimaksud banyak kita gunakan, Telegram, ternyata dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk melancarkan serangan berbahaya.

Tim Penelitian kemudian Analisis Global Kaspersky (GReAT) baru semata mengungkap kampanye global yang mana berusaha mencapai pengguna di area bidang fintech serta perdagangan. Para penjahat ini menggunakan Telegram untuk menyebarkan spyware Trojan yang bisa saja mencuri data sensitif, seperti kata sandi, juga bahkan mengambil alih perangkat korban.

Modus Operandi yang digunakan Licik

Berbeda dengan serangan phishing biasa, penjahat siber ini menggunakan taktik yang dimaksud lebih banyak licik. Mereka menyebarkan malware melalui saluran Telegram yang tersebut mendiskusikan topik seputar fintech juga perdagangan.

Korban yang mana lengah akan terpancing untuk mengunduh file berbahaya yang digunakan disisipkan di postingan. File yang dimaksud tampak seperti arsip biasa (RAR atau ZIP), tetapi sebenarnya berisi malware DarkMe yang digunakan siap menginfeksi perangkat korban.

Siapa Dalangnya?

Kaspersky menduga kuat kampanye ini didalangi oleh DeathStalker, kelompok hacker bayaran yang mana terkenal licik. Mereka mengincar data bisnis, keuangan, serta pribadi untuk tujuan intelijen.

Yang lebih banyak mengkhawatirkan, kampanye ini bersifat global! Korbannya tersebar dalam tambahan dari 20 negara, termasuk Eropa, Asia, Amerika Latin, dan juga Timur Tengah. Indonesia? Bisa jadi!

DeathStalker adalah kelompok hacker bayaran yang digunakan bergerak setidaknya sejak 2018. Mereka dikenal lihai di menghindari deteksi dan juga banyak meniru taktik kelompok hacker lain.

Adapun DarkMe merupakan malware jenis Trojan akses jarak sangat jauh (RAT) yang digunakan dirancang untuk mencuri data lalu mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh.

Bahaya yang mana Mengintai

Berikut bahaya yang mengintai dari serangan phising di area Telegram:

– Pencurian Data: Malware DarkMe dapat mencuri informasi sensitif, termasuk kata sandi, detail kartu kredit, kemudian data penting lainnya.
– Pengambilalihan Perangkat: Alat korban dapat dikendalikan dari jarak sangat oleh penjahat. Bayangkan, dia bisa saja mengakses account bank, perangkat lunak e-wallet, kemudian data pribadi Anda!
– Spionase: Aktivitas online korban akan dimata-matai, mengancam privasi lalu keamanan.

Bagaimana Cara Melindungi Diri?

Ada beberapa tips penting untuk melindungi diri dari ancaman ini:

Untuk Penggunawan Biasa:
– Waspada terhadap file mencurigakan: Jangan sembarangan mengunduh file dari Telegram, meskipun berasal dari saluran yang terlihat terpercaya.
– Update pengetahuan keamanan siber: Pelajari modus operandi terbaru dari penjahat siber agar bukan mudah tertipu.

Untuk Organisasi/Perusahaan:
– Tingkatkan sistem keamanan: Berikan pelatihan keamanan siber terhadap karyawan juga gunakan solusi keamanan yang digunakan canggih.
– Pantau aktivitas mencurigakan: Waspadai setiap aktivitas yang mana tidaklah biasa di dalam jaringan perusahaan.
– Lakukan backup data secara berkala: Antisipasi kemungkinan serangan dengan melakukan backupdatapenting.

Related Articles

Back to top button