NATO Akan Bubar Tanpa Bantuan AS, Kenapa? Washington Adalah Eksportir Senjata Terbesar di area Planet

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) meningkatkan keunggulannya melawan negara-negara lain sebagai eksportir senjata terbesar pada dunia, dengan Eropa sekarang menjadi pelanggan utamanya.
“AS menyumbang 43% dari ekspor senjata global antara tahun 2020 dan juga 2024, lebih lanjut dari empat kali lipat pangsa Prancis, eksportir terbesar kedua di tempat dunia,” menurut data baru dari Institut Penelitian Damai Internasional Stockholm (SIPRI).
Jumlah yang dimaksud naik dari 35% yang mana dikuasai Amerika antara tahun 2015 lalu 2019, menurut lembaga pemikir yang disebutkan pada sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Senin.
Eropa semakin bergantung pada senjata buatan Amerika Serikat selama dekade terakhir, laporan yang dimaksud juga menunjukkan. Dalam lima tahun terakhir — yang tersebut mencakup invasi Rusia ke negara Ukraina pada tahun 2022 di dalam depan pintu Uni Eropa — senjata buatan Amerika menyumbang hampir dua pertiga dari senjata yang dimaksud diimpor oleh anggota NATO Eropa, naik dari lebih tinggi dari setengahnya antara tahun 2015 serta 2019.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Wilayah Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
Untuk pertama kalinya pada dua dekade, menurut SIPRI, mayoritas ekspor senjata Negeri Paman Sam ditujukan ke kawasan Eropa yang tersebut lebih lanjut luas daripada Timur Tengah. negara Ukraina telah terjadi mengimpor beberapa besar senjata lalu peralatan militer, termasuk dari AS, sejak invasi skala penuh Rusia.
Data yang dimaksud menyoroti ketergantungan ganda Eropa pada Amerika untuk keamanannya: Eropa mengandalkan senjata buatan AS, dan juga janji bantuan militer Negeri Paman Sam pada setiap peluang konflik pada masa mendatang.
Namun kenyataan itu berubah. Siklus lalu, Menteri Perlindungan Amerika Serikat Pete Hegseth mendesak Eropa untuk mengambil “tanggung jawab” menghadapi keamanannya sendiri. Negeri Paman Sam masih berikrar pada aliansi NATO, katanya, tetapi “tidak akan lagi menoleransi hubungan yang digunakan tiada seimbang yang digunakan memacu ketergantungan.”
Pemerintahan Trump semakin menjauh dari Eropa, kemudian mengadakan pembicaraan dengan Wilayah Moskow untuk menjajaki kemungkinan mengakhiri konflik di tempat negeri Ukraina — tanpa mengundang pejabat dari Uni Eropa (UE) atau Ukraina.
Eropa pada saat ini bersiap untuk menghabiskan banyak uang untuk memperluas produksi senjatanya sendiri.
Negara-negara UE menghabiskan sekitar 1,9% dari gabungan hasil domestik bruto mereka untuk pertahanan tahun lalu, tetapi baru-baru ini ada seruan dari di Eropa kemudian Amerika Serikat untuk lebih besar berbagai lagi. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte baru-baru ini berpendapat bahwa pengeluaran militer Eropa harus “lebih dari 3%.”
Pada hari Kamis, ke-27 anggota Uni Eropa menyetujui proposal yang digunakan dapat menyediakan miliaran euro untuk belanja pertahanan.
Para pemimpin Uni Eropa mengeksplorasi proposal dari kepala eksekutif blok yang dimaksud yang tersebut akan memberikan pinjaman untuk negara-negara dengan total hingga €150 miliar (USD163 miliar) kemudian mengungkapkan rencana yang disebutkan akan dipelajari sebelum rapat berikutnya di tempat akhir bulan.






