Selamat Tinggal Kebakaran Mobil Listrik! LG Chem Temukan Solusi Revolusioner

JAKARTA – Istilah thermal runaway belakangan jadi momok bagi pemilik mobil listrik. Yakni, ketika elemen penyimpan daya mobil menjadi sangat panas hingga mengakibatkan kebakaran yang digunakan sulit dipadamkan.
Saat ini, belum ada solusi segera untuk menghindari fenomena runaway sel ini. Satu-satunya solusi untuk menghentikan kebakaran EV adalah dengan menyiram kendaraan dengan beratus-ratus atau ribuan galon air.
Nah, perusahaan sel LG Chem tampaknya telah dilakukan menemukan solusi yang digunakan agak mudah untuk ancaman kebakaran EV yang tersebut tak terkendali: sekering termal.
Seperti yang dipublikasikan di tempat Nature Communications—jurnal ilmiah—LG Chem mengklaim telah lama menciptakan “material responsif-suhu” yang digunakan berdiameter 1/100 dari rata-rata rambut manusia.

Ini berarti material yang disebutkan cukup tipis untuk ditempatkan di tempat antara lapisan katoda (“ground” atau sisi negatif) kemudian kolektor arus (bagian yang tersebut menciptakan anoda atau sisi positif) dari sel akumulator tanpa menghilangkan jumlah total yang mana signifikan dari kepadatan energi.
Pada tahap awal thermal runaway, material ini bertindak sebagai semacam sekering lalu akan menghentikan atau secara signifikan mengempiskan peningkatan suhu dengan menghindari akumulator korsleting dalam pada dirinya sendiri.
Material yang dimaksud melakukan hal itu tidak dengan secara tiba-tiba meledak seperti sekering yang dimaksud biasa dipakai. Sebaliknya, kenaikan suhu menyebabkan material yang disebutkan menjadi lebih banyak tahan terhadap listrik.
Menurut penelitian tersebut, untuk setiap kenaikan suhu 33 hingga 34 derajat, material yang disebutkan memperoleh hingga 5 kilohm resistansi energi. Itu juga dapat membalikkan proses serta mengempiskan resistansi dengan jumlah agregat pengurangan panas yang sama.
Resistansi ini juga cukup untuk memblokir jalur reaksi antara anoda kemudian katoda selama tahap awal thermal runaway.
Pengujian dijalankan dengan elemen penyimpan daya Lithium Cobalt Oxide juga Nickel Cobalt Manganese (NCM). Ini adalah menunjukkan bahwa material ini bekerja ketika elemen penyimpan daya terbentur atau tertusuk dan, ketika tidak ada sepenuhnya mengurangi kebakaran baterai, ia bertindak sebagai material penekan—material tiada menyala—dan memungkinkan api untuk dipadamkan segera pasca muncul lalu mengurangi kerusakan termal lalu kebakaran lebih banyak lanjut.






