Lifestyle

Sikap Pangeran William ke Harry Semakin Keras, Sudah Sangat Benci

INGGRIS – Sikap Pangeran William ke Pangeran Harry dikabarkan semakin keras di tempat sedang konflik merekan yang mana masih terus berlangsung. Harry pun memutuskan mengubah pendekatannya untuk memperbaiki hubungannya dengan Keluarga Kerajaan.

Pangeran Harry dilaporkan telah dilakukan mencabut tuntutannya agar para bangsawan senior, termasuk Raja Charles III, Pangeran William, Kate Middleton, serta Ratu Camilla, mengeluarkan permintaan maaf resmi berhadapan dengan perlakuan buruk yang dimaksud dialaminya juga istrinya, Meghan Markle.

Keputusan ini mencerminkan keinginan Harry untuk memulai awal yang digunakan baru dengan keluarga, namun ketegangan tetap saja ada. Meskipun mencabut tuntutan permintaan maaf, pangeran 40 tahun itu menegaskan bahwa tuduhan yang mana ia buat pada memoarnya Spare, wawancara dengan Oprah Winfrey, serta dokumenter Netflix adalah kebenaran.

Adapun tuduhan ini mencakup klaim penelantaran oleh Charles, kekerasan fisik kemudian mental oleh William, lalu penghinaan umum dalam tangan Camilla melalui dugaan kebocoran media.

Sikap Pangeran William ke Harry Semakin Keras, Sudah Sangat Benci

Foto/Getty Images

“Harry dikabarkan sudah pernah mencabut tuntutannya sendiri agar Keluarga Kerajaan mengajukan permohonan maaf berhadapan dengan perlakuan buruk juga diskriminatif yang dituduhkan terhadap istrinya oleh Keluarga Kerajaan pada waktu merekan tinggal dalam Inggris sebagai Keluarga Kerajaan yang bekerja,” kata manusia sumber untuk The Daily Beast.

“Ia ingin memulai hidup baru sama-sama keluarganya, termasuk saudaranya,” sambungnya dilansir dari Marca, Rabu (18/12/2024).

Salah satu tuduhan paling mengejutkan dari Harry dan juga Meghan Markle berpusat pada rasisme pada Keluarga Kerajaan. Di mana sebagian anggota Keluarga Kerajaan yang dimaksud bukan disebutkan namanya dituduh menghasilkan pernyataan tidak ada pantas tentang warna epidermis putra mereka yang digunakan pada waktu itu belum lahir, Pangeran Archie.

Related Articles

Back to top button