4 Fakta Penetapan Tersangka Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK

JAKARTA – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto telah dilakukan ditetapkan dituduh oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penetapan terdakwa Hasto berkaitan dengan persoalan hukum yang tersebut menjerat buronan Harun Masiku.
Harun Masiku merupakan buronan perkara dugaan suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Ada pun dugaan keterlibatan Hasto muncul sebab posisinya sebagai Sekjen PDIP, partai tempat Harun Masiku bernaung.
4 Fakta Penetapan Tersangka Hasto Kristiyanto oleh KPK
1. Dasar Penetapan Tersangka Hasto
KPK menyampaikan ada lima dasar pada penetapan Hasto sebagai terperiksa persoalan hukum dugaan korupsi yang digunakan melibatkan Harun Masiku. Terdapat lima hal yang mana terdiri dari poin a, b, c, d, kemudian e.
– Poin a
UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, sebagai poin pertama dasar penangkapan Hasto.
– Poin b
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana sudah pernah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
– Poin c
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana sudah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Undang- Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
– Poin d
Laporan Pengembangunan Penyidikan: LPP- 24/DIK. 02.01/22/12/2024 tanggal 18 Desember 2024
– Poin e
Surat Perintah Penyidikan Nomor Sprin. Dik/153/DIK.00/01/12/2024 tanggal 23 Desember 2024
2. Dugaan Keterlibatan Hasto Dalam Kasus Harun Masiku
Sebelumnya, KPK telah melakukan penyidikan terkait dugaan korupsi yang mana melibatkan Hasto bersama-sama dengan Harun Masiku dan juga banyak pihak lain. Dugaan korupsi ini terkait pemberian hadiah atau gratifikasi untuk Wahyu Setiawan, mantan anggota KPU periode 2017-2022.
Kemudian, berdasarkan surat perintah penyidikan yang mana dikeluarkan KPK pada 23 Desember 2024, disebutkan bahwa Hasto diduga terlibat di upaya memengaruhi Wahyu Setiawan untuk mengamankan tempat Agustiani Tio F sebagai anggota terpilih DPR periode 2019-2024.
Jika terbukti, tindakan ini melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a dan juga pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang telah terjadi diubah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Hasto diduga bertindak bersama-sama dengan Harun Masiku dan juga Agustiani Tio F pada dugaan suap tersebut. Surat perintah penyidikan yang mana telah lama dikeluarkan merupakan aktivitas lanjut dari laporan pengembangan penyidikan nomor LPP-24/DIK tanggal 18 Desember 2024.
3. Reaksi PDIP
Menurut Juru Bicara PDIP Chico Hakim, sebenarnya telah lama adanya upaya menjadikan Hasto sebagai tersangka. Dia mengatakan dugaan politisasi hukum di hal ini.
Selain itu, ada indikasi usaha mengganggu PDIP. Kendati begitu, ia yakin bahwa PDIP tak akan menyerah terhadap tekanan serta justru semakin keras melawan.
4. Hasto Liburan ke Luar Kota
Setelah penetapan dituduh oleh KPK, Hasto tidak ada berada di area rumahnya Taman Villa Kartini Blok G3 Nomor 18, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Pusat Kota Bekasi.
“Bapak (Hasto) rencana mau libur Natalan ke luar kota. Di di lokasi ini benar-benar nggak ada orang, kita belaka nggak tahu teman-teman wartawan secara tiba-tiba ada,” ujar Koordinator Satgas Cakra Buana PDIP Don Bosco Wara, Selasa (24/12/2024).
Di depan kediamannya belaka terdapat Satgas Cakra Buana yang bertugas menjaga rumah Hasto. Awak media sempat menanyakan informasi mengenai kemungkinan Hasto kembali ke kampung halamannya dalam Yogyakarta, namun tiada diketahui kejelasannya.






