Transformasi Hijau, Semen Indonesia Borong 3 Proper Emas

JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih delapan Penghargaan Proyek Penilaian Peringkat Kemampuan Korporasi di Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
SIG dianugerahi tiga Proper Emas juga anak usahanya lima Proper Hijau akibat dinilai memiliki kinerja di tempat berhadapan dengan yang digunakan dipersyaratkan (beyond compliance) dengan hasil kualitas lingkungan lalu kesejahteraan rakyat yang mana semakin baik.
“Pencapaian ini semakin memotivasi kami untuk setiap saat menjalankan operasional berkelanjutan berdasarkan prinsip prosperity, people dan juga planet,” ujar Direktur Utama SIG Donny Arsal pada keterangan tertulis, Rabu (26/2/2025).
Menurut ia prestasi ini kian memantapkan SIG mengatur perubahan bidang komponen bangunan menuju perekonomian hijau, yang dimaksud berfokus pada penyelenggaraan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan juga kesejahteraan sosial.
SIG berprinsip pada tiga pilar berkelanjutan yang tersebut mengusung program-program andalan salah satunya Ecopark Kambangsemi di dalam Tuban, Jawa Timur, sebuah lahan pasca-tambang yang dimaksud ditransformasi serta dimanfaatkan sebagai sarana wisata edukasi pertanian, peternakan kemudian perikanan.
Selain itu, di dalam Cilacap, Jawa Tengah, pabrik yang digunakan dioperasikan oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mengintegrasikan kelompok rentan dengan sistem ekologi perekonomian sirkular. Sementara, di area Lhoknga, Aceh, PT Solusi Bangun Andalas menjalankan Rencana Solusi Bersama Jaga Ekosistem Pesisir juga Laut Bebas Sampah yang mana menjadi solusi permasalahan limbah kelapa yang digunakan menumpuk.
Donny mengatakan, selain membantu perusahaan mendapatkan materi bakar alternatif lalu melindungi lingkungan dari dampak negatif akibat limbah tongkol jagung yang digunakan tidak ada terkelola dengan baik, kegiatan ini juga memberikan kegunaan kegiatan ekonomi bagi para petani.
“Dengan menggunakan limbah tongkol jagung sebagai unsur bakar alternatif, SIG berpotensi menurunkan biaya unsur bakar mencapai Rp947 jt per tahun, dan juga membantu perusahaan mereduksi CO2 dari proses produksi semen hingga 4.416 ton CO2 per tahun,” imbuhnya.






