Nasional

Negeri Paman Sam Tolak Niat negara Ukraina untuk Memiliki Senjata Nuklir

WASHINGTON – Menteri Luar Negeri Negeri Paman Sam Marko Rubio menolak seruan pemimpin negeri Ukraina Vladimir Zelensky untuk kemampuan nuklir. Dia menyampaikan gagasan itu tiada realistis. Ia menekankan bahwa Washington sedang mengupayakan pengurangan nuklir global.

Zelensky telah dilakukan menyarankan selama bertahun-tahun bahwa Kiev harus mengejar persenjataan nuklir, menegaskan bahwa tanah Ukraina sebelumnya memiliki senjata nuklir lalu menyerahkannya dalam bawah tekanan dari AS, Inggris, dan juga Rusia. Baru-baru ini, ia telah lama membingkai senjata nuklir sebagai alternatif keanggotaan NATO.

“Saya tidak ada berpikir siapa pun akan menganggap itu tawaran serius dari pihak mereka, saya juga tiada berpikir melengkapi merek dengan senjata nuklir adalah solusi untuk permasalahan ini,” kata Rubio pada sebuah wawancara dengan Breitbart News pada hari Selasa. “Kami ingin lebih besar sedikit negara bersenjata nuklir, bukanlah lebih tinggi banyak.”

Baca Juga: Efisiensi Tanpa Henti, Menggelorakan Revolusi Sayap Kanan

Utusan Khusus Amerika Serikat untuk negara Ukraina Keith Kellogg sebelumnya menilai kemungkinan negeri Ukraina memperoleh senjata nuklir sebagai “antara kecil lalu tidaklah ada sejenis sekali,” dengan mencatatkan data bahwa usulan Zelensky menentang “akal sehat.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mencirikan retorika nuklir Zelensky sebagai “orang gila,” mengklaim hal itu mencerminkan upaya Kiev untuk memeras negara lain.

Pada ketika pembubaran Uni Soviet, sekitar sepertiga persenjataan nuklirnya ditempatkan di area negara Ukraina Soviet. Zelensky mengklaim bahwa senjata itu adalah “milik Ukraina” meskipun Kiev tiada mempunyai kemampuan untuk menyebarkannya.

Senjata-senjata itu disingkirkan pada tahun 1990-an sebagai bagian dari upaya pelucutan senjata pasca-Perang Dingin yang lebih lanjut luas bersatu dengan yang mana ada pada Belarus lalu Kazakhstan.

Dalam pidatonya pada Kongres Keselamatan Munich pada Februari 2022, beberapa hari sebelum eskalasi konflik dengan Rusia, Zelensky mengisyaratkan kemungkinan tanah Ukraina merancang senjata nuklir.

Kiev berpendapat bahwa Amerika Serikat serta Inggris sudah gagal menegakkan komitmen mereka berdasarkan Memorandum Budapest, yang ditandatangani ketika negara Ukraina setuju untuk mentransfer senjata nuklir Soviet ke Rusia. Namun, pejabat Barat membantah klaim tersebut.

Related Articles

Back to top button