Acuhkan AS, Brasil Yakin Sistem Pembayaran BRICS Bisa Terealisasi Tahun Hal ini

JAKARTA – Presiden Brasil Luiz Lula da Silva menghasilkan pernyataan tegas yang digunakan menyatakan bahwa BRICS akan terus memajukan program dedolarisasi. Dia juga menambahkan bahwa pada bawah kepemimpinan mereka, BRICS akan berupaya mengembangkan sistem pembayaran baru sebagai alternatif dolar AS.
“Selama masa kepresidenannya, Brasil akan sepenuhnya mengembangkan sistem pembayaran yang transparan kemudian aman,” katanya, seperti dilansir WatcherGuru, Hari Sabtu (1/3/2025).
Blok yang dimaksud akan berupaya meluncurkan sistem pembayaran yang dimaksud aman untuk meningkatkan Ekonomi Nasional serta meningkatkan kekuatan ekonomi negara dengan syarat mereka. Langkah yang disebutkan akan memberikan dorongan bagi mata uang lokal mereka yang menciptakan industri tumbuh pesat.
KTT BRICS berikutnya dijadwalkan akan diadakan di area Rio De Janeiro, Brasil, pada tanggal 6 juga 7 Juli mendatang. Kesembilan negara anggota akan bertemu di tempat KTT yang dimaksud dan juga mendiskusikan kebijakan dan juga mengesahkan perjanjian perdagangan baru. Rincian tentang sistem pembayaran baru dapat diungkapkan pada KTT ke-17 pada bulan Juli tahun ini.
Aliansi BRICS berjanji tidak ada akan menghentikan misinya untuk de-dolarisasi, serta akan terus menyokong untuk mengakhiri dominasi dolar AS. Presiden Brasil, anggota BRICS, Lula da Silva menyatakan BRICS berazam untuk mengakhiri dominasi Dolar AS. Presiden mengungkapkan merekan akan terus “mencari wadah alternatif” untuk pembayaran antar-anggota blok.
Pada bulan Januari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan peringatan negara-negara BRICS tentang tarif 100% apabila mereka itu mencoba mengganti dolar AS. “Gagasan bahwa Negara-negara BRICS mencoba untuk menjauh dari dolar, sementara kita berdiri kemudian menonton, sudah ada berakhir,” tulis Trump pada Truth Social bulan lalu.
Meski sebagian anggota blok ini tampaknya telah terjadi mundur dari misi dedolarisasi, anggota BRICS lainnya terus maju. Yang paling menonjol, Brasil bersikeras bahwa ancaman tarif bukan akan menghentikan BRICS.
Presiden Brasil menegaskan, ancaman tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidaklah akan menghentikan tekad kelompok yang dimaksud untuk mencari platform digital alternatif untuk pembayaran antar-negara anggota.






